Wednesday, March 19, 2014

Literasi Informasi di Perguruan Tinggi




The more I learn, the more I realize I don’t know
– Albert Einstein

Ungkapan Albert Einstein tersebut tidak berarti bahwa kita tidak perlu belajar atau mempelajari sesuatu. Sebaliknya, dengan belajar atau mempelajar i suatu hal membuat kita sadar bahwa masih banyak yang tidak kita ketahui. Mempelajari sesuatu membawa kita kepada hal lain yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan. Hal ini membuat kita tidak akan berhenti belajar. Mengetahui sesuatu membuka jalan kepada hal lain yang untuk ketahui dan begitu seterusnya. Suatu siklus belajar yang tak ada henti.

Friday, December 20, 2013

Literasi Informasi : Bukan Informasi Basi


Fakta Pembelajaran
Pembelajaran yang berlaku di perguruan tinggi pada umumnya masih menekankan pada kegiatan tatap muka. Kehadiran teknologi informasi memberi variasi baru pada tatap muka yang terjadi. Koneksi internet di kelas memberi kesempatan untuk menjelajah informasi bersama dan berbagai temuan. Diskusi kelompok di kelas mendorong pertukaran ide dan pengetahuan. Praktik di laboratorium atau di luar kelas memberi kesempatan untuk mengalami sendiri yang didiskusikan di kelas dan menemukan fakta untuk digali lebih dalam. Kegiatan mandiri mendorong mahasiswa untuk menghasilkan produk informasi untuk membuktikan pemahaman dan menjadi bahan penilaian.  Dalam proses menghasilkan produk informasi sesuai dengan bidang studinya, hasil sangat ditentukan oleh kemampuan dan ketrampilan menggunakan peralatan atau teknologi yang relevan dengan tugasnya. Kurangnya keterampilan dan pengetahuan membawa mereka kepada situasi pencarian jawaban untuk menutup kesenjangan antara kemampuan dan produk informasi yang akan dihasilkan.  Kegiatan mandiri ini terhitung lebih lama dibanding kegiatan tatap muka di kelas atau di laboratorium bersama pengajarnya. Dengan demikian tempat bertanya  tidak selalu pengajarnya, sekalipun teknologi informasi memungkinkan.  Sumber jawaban diperoleh dari rekan, atau jawaban dari rekan di jejaring sosial.

Rancang Bangun Perpustakaan sebagai Pusat Budaya : Pemanfaatan Teknologi Wiki untuk Penyebaran Koleksi Budaya Yogyakarta

Perpustakaan dan Keistimewaan Yogyakarta

Keistimewaan Yogyakarta menjadi pusat perhatian pemerintah provinsi . Berbagai usaha dilakukan untuk dapat mempertahankan, memperkuat dan memelihara keistimewaan Yogyakarta.  Usaha itu dilakukan oleh berbagai pihak dan termasuk di dalamnya adalah perpustakaan.
Keistimewaan Yogyakarta menjadi pembicaraan utama Dewan Perpustakaan DIY dan Gubernur DIY pada 22 Juli 2013. Pembicaraan  Dewan Perpustakaan DIY dan Gubernur DIY menggarisbawahi perpustakaan DIY sebagai pusat budaya Yogyakarta. Salah satu usaha untuk menekankan perpustakaan DIY sebagai pusat budaya Yogyakarta adalah menjadikan koleksi-koleksi budaya di Perpustakaan Kraton,  Perpustakaan Museum Sonobudoyo, Perpustakaan Paku Alaman, Perpustakaan Taman Siswa dan Koleksi-koleksi KH Ahmad Dahlan sebagai koleksi keistimewaan Yogyakarta yang patut untuk dilestarikan dan diperkenalkan secara luas kepada masyarakat.

Information Literacy: Evaluasi Sumber Informasi dari Aplikasi Web 2.0


Information literacy merupakan istilah yang padanan katanya dalam Bahasa Indonesia belum disepakati. Ada yang memadankan dengan kemelekan informasi, keberinformasian, melek informasi atau literasi informasi. Pada umumnya istilah yang terakhirlah yang digunakan karena mendekati istilah aslinya sekalipun kata literasi jarang sekali digunakan atau mungkin tidak pernah. Dalam tulisan ini, istilah information literacy digunakan untuk menjaga arti dan menghindari perbedaan karena belum sepakat tadi.

Sunday, April 28, 2013

End-User Development (EUD) : pengembangan aplikasi komputer oleh pengguna

Pengguna suatu aplikasi komputer atau software adalah end-user software tersebut.  Dalam menggunakan software, pengguna selalu saja menemukan ada bagian dalam software yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. Pergumulan membangun software yang menjawab semua kebutuhan pengguna memang tidak pernah selesai. Kebutuhan pengguna selalu muncul, karena itu juga pengembang software selalu mengembangkan dari versi ke versi untuk melengkapi kebutuhan, atau menghasilkan software lain untuk tujuan yang sama.
Usaha untuk dapat menghasilkan software yang memenuhi kebutuhan salah satunya adalah dengan melibatkan, mempersilahkan, dan memungkinkan end-user atau pengguna untuk mengubah software dalam tingkat tertentu. Itulah end-user development.  Demikian Lieberman menjelaskan apa itu end-user development:
End -User Development (EUD) can be defined as a set of methods , techniques, and tools that allow users of software systems, who are acting as non-professional software developers, at some point to create, modify or extend a software artefact (Lieberman,Paterno, Klann, &Wulf, 2006).

Wednesday, March 27, 2013

Minat Baca

Minat berkaitan dengan perhatian dan usaha seseorang untuk melakukan sesuatu atau mendapatkan yang disukai atau berelasi dekat dengannya. Itu penjabaran cepat saya, tentang minat. Untuk menjadi minat, biasanya sesuatu itu terasa berguna, dan mengena untuk seseorang. Mengena itu tidak senantiasa berkaitan dengan kegunaannya. Saya meminati warna oranye, bukan karena oranye berguna untuk saya, tapi menurut saya bagus, terasa hangat dan tampak baik untuk dikenakan misalnya. Ini user experience. Bagi mereka pengguna setia Android, sekalipun mungkin berganti handset, tetap saja memilih Android. Dalam hal Android ini bisa juga karena manfaat, selain user experience pastinya.

Thursday, December 20, 2012

Perpustakaan Umum untuk Rakyat

Dari luar, gedung Perpustakaan Raja Tun Uda di Selangor tidak tampak sangat mewah dan artistik bentuknya. Kami datang dengan sejumlah pertanyaan dalam benak untuk menggali banyak informasi.
Gambar 1 : Perpustakaan Raja Tun Uda

Informasi dan pengetahuan yang dapat jadi bekal Perpustakaan umum DIY baru yang sedang dalam tahap penyelesaian gedungnya. Gedung yang bagus memang perlu untuk tampilan luar dan memikat hati pengunjung, tapi pelayanan yang menyentuh kebutuhan itu yang akan membawa kembali para pengunjung.
Gambar 2. Lantai Dasar dan Panggung