Pages

Tuesday, December 01, 2015

UCD dalam catatan Mahasiswa IMK

Menulis adalah kegiatan yang holistik menurut saya. Pikiran, perasaan, gerakan motorik, selera dan gaya, serta karakter penulis terlibat di dalamnya. Menulis adalah salah satu ME TIME yang membawa kita ke percakapan dengan diri sendiri dan menikmati diri kita.  Salah satu tugas mahasiswa Interaksi Manusia dan Komputer semester Gasal 2015/2016 adalah membuat catatan  materi kuliah dalam kesendirian mereka dengan gaya menulisnya. Ada 7 mahasiswa yang mengumpulkan tulisan mereka. Mereka adalah Winnie "Paijo", Angga, Fery Liyut, Thomas dan 3 cewek ceria : Rebecca, Citta dan Mona.

Setiap tulisan sudah mengalami perbaikan oleh jari-jemari saya, kecuali satu tulisan yang diluar kemampuan saya untuk memperbaiki. Saya menayangkan tulisan mereka untuk menjadi suatu pelajaran untuk kita, bahwa bagi sebagian generasi muda, kelancaran mereka menulis di sosial media tidak terjadi di catatan kuliah mereka. Bisa dibayangkan paper mereka yang dipagari oleh pilar-pilar ilmiah akan lebih memerlukan perbaikan.

Dalam rangka menjaga nama baik mereka, tulisan yang saya akan tampilkan tidak disertai nama penulisnya. Urutan tayang juga tidak sesuai dengan urutan saya menyebutkan nama mereka di atas. Selamat menikmati, dan jangan lupa tersenyum.


USER CENTERED DESIGN

Dalam metode UCD (User Centered Design) pengguna produk mempunyai peranan penting dalam tahapan sebuah projek, yang bertujuan menghasilkan produk sesuai kebutuhan pengguna. MetodeUCD fokus pada tanggapan pengguna produk namun dilakukan berulang kali daritahap pertama sampai tahap implementasi.
Di dalam metode UCD pengguna adalah pusat dari dua lingkaran: lingkaran luar (detail tugas, isi tugas, pengelolaan tugas, aliran tugas) dan lingkaran dalam (konteks, tujuan, lingkungan dan sasaran). Dengan demikian dalam UCD: (1) pengguna mempunyai peranan terpenting dalam lahirnya sebuah produk. (2) Sebuah   produk dihasilkan daripengalamanpengguna di dalam interaksi antara pengguna dan sample produk.

Tahapan dalam penggunaan metode UCD adalah :
  1. Requirement Gathering yaitu memahami dan menentukan konteks penggunaan.
  2. Requirement Specification  yaitu menentukan apa saja kebutuhan pengguna serta organisasi.
  3. Design yaitu perancangan prototype dan sample produk untuk pengguna, agar pengguna bisa mengevaluasi projek / produk kita.
  4. Evaluation yaitu langkah terakhir namun terpenting dalam UCD yaitu tahapan melakukan uji sample berdasarkan pengalaman pengguna pada produk.
Metode User Centered Design yang popular :
  •  Focus Group metode ini relatif terjangkau karena melakukan pengumpulan sample yang tidak  terlalu besar dan memiliki hasil tidak berupa data statistik melainkan lebih ke ide, perasaan, sikap dan pikiran pada subjek tertentu. Metode Focus Group dilakukan pada awal proses (pada tahapan requirement gathering), yang diperlukan untuk melakukan metode ini agar lebih efektif adalah moderator dan analis untuk sebuah grup yang diuji dengan metode ini.
  • Usability Testing metode ini memakan biaya yang tinggi karena melalui proses yang agak rumit, karena metode ini melalui berbagai tahapan dari mengevaluasi produk, mengumpulkan data dari pengguna yang setiap sesinya dicatat berdasarkan tugas yang diberikan. Hasil yang diperoleh dari metode ini bisa berupa data statistik dan non data statisik. Dibutuhkan dua spesialis : moderator dan pencatat masalah. Metode ini dapat dilakukan pada tahap awal atau akhir. 
  • Card Sorting metode ini diterapkan pada tahapan desain yang berguna untuk masukan desain. Hasil dari metode ini cukup besar dan berupa data statistik, maka dari itu metode ini memakan biaya yang besar. Metode ini dilakukan dengan cara menyusun sejumlah kartu yang mewakili salah satu bagian situs atau produk, pengguna berperan menyusun kartu dalam kategori untuk menamai kategori itu. Metode ini melatih pengguna dengan kartu untuk mengetahui pemahaman pengguna pada situs / produk.
  • Participatory Design metode ini jarang atau langka dilakukan karena melibatkan pengguna langsung pada saat pembuatan prototype / sample produk. Metode ini memerlukan moderator yang berpengalaman serta mempunyai wawasan pada konteks projek untuk membimbing pengguna. Biaya tergolong murah dan mempunyai hasil non-statistik, mempunyai ukuran sample yang kecil dan dilakukan pada tahapan awal dan akhir projek.
  • Questionnaires metode yang terjangkau ini menghasilkan data statistik dalam jumlah besar. Metode ini mengumpulkan respon pengguna dengan cara menyebarkan pertanyaan tertulis di awal dan akhir projek. Pertanyaan yang dilontarkan harus didesain khusus dan tidak bisa agar hasil yang didapat juga dapat diandalkan.
  • Interview metode ini membutuhkan dana yang besar dan hasil yang didapat dalam bentuk non-statistik yang berukuran kecil. Dalam melakukan metode ini dibutuhkan pengalaman khusus dalam mewawancarai pengguna secara langsung. Metode ini dilakukan di awal tahapan desain agar mendapatkan pemahaman detail terkait domain/area yang dibutuhkan. 
 [akhir tulisan]

USER CENTERED DESIGN

User Centered Design adalah teori tentang pembuatan sebuah desain untuk web dimana user (klien) kita juga ikut langsung dalam setiap proses pembuatannya. Jadi, setiap kegiatan user (klien) akan terlibat, bahkan hingga proses pembuatan disain.  Berbeda dengan Goal Directed Design, UCD hanya mempunyai 4 tahap dalam pembuatan projeknya. Tahap-tahap tersebut meliputi, Requirement Gathering, Requirement Specification, Design dan yang terakhir Evaluasi (standar ISO 13407).

Untuk Metode yang bisa digunakan sebenarnya ada berbagai macam. Tergantung dari kita sebagai designer ingin memilih metode yang seperti apa. Dalam memilih metode kita bisa memperhatikan dari berbagai aspek, misalnya hasilnya berupa kuantitatif atau kualitatif, besar kecilnya sample yang dibutuhkan, biaya yang dikeluarkan, dan sebagainya.

Beberapa metode populer adalah Focus Group, Usability testing, Card Sorting, Participatory Design, Questionaire, dan Interview. Metode Focus Group dapat digunakan di awal sebelum melakukan desain, kita dapat menanyakan keinginan klien, hal ini terdapat dalam tahap Requirement Gathering. Hal ini membutuhkan sample yang kecil, tidak perlu banyak orang, dan hasilnya juga tidak perlu dihiting (kualitatif).

Sepanjang kelas aku memperhatikan dan mencatat sampai akhirnya timbul pertanyaan di pikiranku. Jika beberapa orang justru enggan menggunakan UCD, lalu untuk orang-orang yang menggunakan UCD, apa sih kelebihan UCD? Dari diskusi, UCD lebih cair dibandingkan GDD, karena designer bisa memilih sendiri metode yang akan digunakan sesuai tahapannya.
 [akhir tulisan]

USER CENTERED DESIGN

Hari ini matakuliah Interaksi Manusia dan komputer sangat menyenangkan. Seperti hari rabu biasanya kelas IMK ini sangat menarik dan berbeda dari mata kuliah lainnya dan cara belajarnya yang  santai mengasyikkan dan saya mampu menerima Ilmu dengan baik karena cara penyampaian yang sangat mudah di mengerti.

Kelas hari ini membahas tentang UCD atau User Centered Design yang berguna untuk merancang antar muka. Saya belajar bahwa beberapa hal penting dapat di perhatikan di dalam UCD. Wawancara adalah salah satu bagian terpenting dari User Centered Design, kemudian pendekatan UCD yang melibatkan pengguna dengan berbicara langsung dengan pengguna pada tahap-tahap penting projek, tujuannya adalah menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Lalu kami diajari beberapa Tahap projeknya yang pertama Reqiurement Gathering, Reqiurement Specification, design dan evaluate design.

Kami juga belajar metode-metode yang digunakan dalam tahap-tahap UCC misalnya Focus group, Usability Testing, Card Sorting, Participatoy Design, Questionnaries, dan interview. Sebenarnya ada banyak sekali metode tetapi metode-metode tadi adalah metode yang paling sering digunakan dalam pendekatan UCD.

Dari memahami apa dan bagaimana UCD, Saya jadi  lebih mengerti bahwa untuk mendesain sesuatu harus mempertimbangkan dan melibatkan pengguna. Dalam mendesain,  tidak sembarangan untuk membuat antar muka. Saya juga jadi mengetahui metode-metode yang  bisa digunakan nanti untuk membuat suatu design antar muka grafis.
 [akhir tulisan]

USER CENTERED DESIGN

Diskusi minggu ini tentang UCD kepanjangan dari  User  Centered Design, yang dimaksud UCD adalah suatu pendekatan yang menetapkan pengguna sebagai pusat perancangan dari proses pengembangan sistem. Pendekatan pada UCD didukung dengan adanya metode, teknik , prosedur dan prosesnya.
Metode yang di maksud, ada 6 metode populer yang sering digunakan oleh perancang yaitu:
  1. Usability
  2. Card Sorting
  3. Participatory Design
  4. Questionnaires
  5. Interview
Tidak semuanya harus kita gunakan bisa salah satu, namun metode yang mungkin sangat dihindari, menurutku atau mungkin orang – orang yang tidak bisa menahan emosi dan tidak sabaran, metode itu adalah Participatory Design. Dalam metode tersebut,  user ikut  terlibat dalam proses  mendesain. Saya tidak bisa dibayangkan bila user yang terlibat tidak memahami cara mendesain dan hanya memberikan masukan tanpa pemahaman, bahwa hal ini  dan itu mungkin atau tidak diterapkan. Bisa jadi, aku akan menyerahkan laptop/komputer ku untuk dia kerjakan sendiri .

Setiap prosesnya pasti ada yang namanya tahapan –tahapan dalam projek.  UCD ini menggunakan tahapan projek, menurut standar ISO 13407:
  1. Memahami dan menentukan konteks pengguna (requirement gathering)
  2. Menentukankebutuhan pengguna dan organisasi (requirement specification)
  3. Hasilkan rencana dan prototype (design)
  4. Melakukan pengujian berdasarkan pengguna pada produk (evaluation).
Cukup terbayang penggunaan metode-metode untuk menerapkan UCD kasus dalam skripsiku nanti, mungkin.
 [akhir tulisan]

USER CENTERED DESIGN

UCD adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan filosofi perancangan, konsep yang diambil dari UCD ini adalah user sebagai pusat dari pengembangan sistem, dan tujuan/sifat-sifat, konteks dan lingkungan sistem semua didasarkan dari pengalaman pengguna. Pendekatan yang melibatkan pengguna dengan berbicara langsung dengan pengguna pada tahap-tahap penting projek, tujuannya adalah menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

UCD dapat dicirikan sebagai proses pemecahan masalah multi-tahap  yang tidak hanya membutuhkan desainer untuk menganalisis dan meramalkan kecenderungan pengguna menggunakan produk, tetapi juga untuk menguji validitas asumsi mereka berkaitan dengan perilaku di dunia nyata dengan pengguna yang sebenarnya pada setiap tahapan proses dari persyaratan, konsep, model pra-produksi, produksi pertengahan dan pasca produksi yang menciptakan bukti untuk mengkonfirmasikan atau memodifikasi persyaratan yang asli. Pengujian tersebut diperlukan karena  sangat sulit bagi para perancang produk untuk memahami secara intuitif apa yang pengguna alami pertama kali pada pengalaman desain mereka.

Perbedaan utama dari filosofi desain produk lainnya adalah bahwa desain yang berpusat pada pengguna mencoba untuk mengoptimalkan produk di sekitar bagaimana pengguna dapat, ingin, atau perlu menggunakan produk, daripada memaksa pengguna untuk mengubah perilaku mereka untuk mengenal produk yang tidak lazim.
Prinsip yang harus diperhatikan dalam UCD adalah :
  1.  Fokus pada pengguna
  2.  Perancangan terintergrasi
  3.  Dari awal berlanjut pada pengujian pengguna
  4.  Perancangan interaktif
Aturan dalam UCD :
  1. Prespektif : Pengguna selalu benar. Jika terdapat masalah dalam penggunakan sistem, maka masalah ada pada sistem dan bukan pengguna.
  2. Instalasi : Pengguna mempunyai hak untuk dapat menginstall atau mengun-install perangkat lunak dan perangkat keras sistem secara mudah tanpa ada konsekuensi negatif.
  3. Pemenuhan : Pengguna mempunyai hak untuk mendapatkan sistem dapat bekerja persis seperti yang dijanjikan.
  4. Intruksi : Pengguna mempunyai hak untuk dapat menggunakan instruksi secara mudah ( buku petunjuk, bantuan secara on-line atau kontekstual, pesan kesalahan ), untuk memahami dan menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara efisien dan terhindar dari masalah.
  5.  Kontrol : Pengguna mempunya hak untuk dapat mengontrol sistem dan mampu membuat sistem menanggapi dengan benar atas permintaan yang diberikan.
  6. Umpan Balik : Pengguna mempunyai hak terhadap sistem untuk menyediakan informasi yang jelas, dapat dimengerti, dan akurat tentang tugas yang dilakukan dan kemajuan yang dicapai.
  7. Keterkaitan : Pengguna mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang semua prasyarat yang dibutuhkan sistem untuk memperoleh hasil terbaik.
  8.  Batasan : Pengguna mempunyai hak untuk mengetahui batasan kemampuan sistem.
  9. Assistance : Pengguna mempunyai hak untuk dapat berkomunikasi dengan penyedian teknologi dan menerima pemikiran dan tanggapan yang membantu jika diperlukan.
  10. Usability : Pengguna harus dapat menjadi penguasa teknologi perangkat lunak dan perangkat keras, dan bukan sebaliknya. Sistem harus dapat digunakan secara alami dan intuitif.
 [akhir tulisan]

USER CENTERED DESIGN

UCD adalah pendekatan untuk desain yang melibatkan langsung pengguna dengan berbicara langsung dengan pengguna pada tahap-tahap penting suatu projek. Tujuannya adalah  menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengguna adalah pusat dari dua lingkaran adalah lingkaran dalam adalah konteks, tujuan, lingkungan dan sasaran serta Lingkaran luar adalah detil tugas, isi tugas, pengelolaan tugas dan aliran tugas.

Saya berpikir ketika saya membuat sebuah desain atau antar muka suatu web, apakah setiap desain atau keinginan saya sudah sesuai menurut kebutuhan orang lain? Nah, oleh karena setelah saya menerima pengetahuan tentang UCD ini dan mempelajari kembali, saya dapat menggunakannya dalam mendesain atau membuat antar muka web dengan menggunakan pendekatan UCD/ User Centered Design ini. UCD mempertimbangkan keadaan dari segi pengguna dan  pemakai, yaitu dengan merancang  antar muka yang fokus pada tujuan kebergunaan, karakteristik pengguna, lingkungan, tugas-tugas dan alur kerja.

Metode UCD ini ternyata memang sedikit tidak mudah dan harus dilakukan dengan proses yang lama dan berulang dimana langa-langkah rancangan dan evaluasi dibangun dari tahap pertama projek sampai implementasi. Berarti dari mulai pengerjaan hingga selesai pengerjaan. Oleh karena itu metode ini tergolong menyenangkan karena memang hasilnya lebih detail. Tahapan proyek yang digunakan metode UCD adalah memahami dan menentukan konteks penggunaan, menentukan kebutuhan pengguna dan organisasi, hasilkan rancangan dan prototype, dan melakukan pengujian berdasarkan pengguna pada produk.

 [akhir tulisan]

USER CENTERED DESIGN



UCD adalah metode atau teknik dalam membuat suatu sistem atau produksi yang dengan tujuan atau goalnya adalah kepuasan dari pengguna tersebut, sehingga pengguna dapat menggunakan produk atau sistem tersebut dengan nyaman tanpa ada banyak pertanyaan. 

Cara yang dapat di lakukan dengan metode UCD adalah dengan cara pendekatan secara langsung kepada pengguna dengan cara bertanya langsung, survey yang dapat dilakukan agar mengetahui karakter pribadi pengguna, setelah melakukan riset dengan pendekatan pengguna pada saat sistem selesai dibuat, pengguna di harapkan melakukan tes pada sistem tersebut disitulah yang penting apakah sistem tersebut berhasil membuat seperti apa yang pengguna tersebut inginkan atau malah membingungkan, tujuan dari produk atau sistem dibuat agar pengguna nyaman dengan adanya metode UCD akan ada relasi antar pembuat dan pengguna sehingga keakuratan pembuatan sistem tidak memerlukan waktu lama dan sesuai keinginan pengguna karena tidak mungkin membuat sistem yang hanya dapat di pakai oleh pembuatnya saja, tujuan produk di ciptakan adalah mempermudah pekerjaan pengguna jadi anggap saja pengguna itu sebagai raja, sangat bermanfaat sekali UCD kerja juga tidak memerlukan berkali kali untuk menemukan goal, karena belum tentu pemikiran pembuat sistem dengan pemakai sama mungkin bisa 2x maintenance dari proses pembuatan lalu dilakukan tes dan ternyata hasilnya masih sangat kurang memuaskan pengguna lalu tinggal sedikit sentuhan agar pengguna dapat menemukan goalnya, biasanya setelah dilakukan UCD di awal dengan cara pendekatan tersebut sistem tidak meleset jauh dari permintaan pengguna. itu bisa juga di pakai survey dengan cara kuisioner tapi kalau penggunanya banyak karena pada hasil kuisioner tersebut dapat digunakan sebagai acuan rata rata karakter pemakai karena biasanya beda pemakai beda pemikiran
   [akhir tulisan]

Terima kasih untuk kontributor tulisan : Winnie "Paijo", Angga, Fery Liyut, Thomas,  Rebecca, Citta dan Mona.

No comments: