Pages

Friday, February 10, 2012

Publikasi Karya Ilmiah sebagai Syarat Lulus Sarjana S1, S2, S3

Entah karena merasa kalah dari negri tetangga dalam hal jumlah publikasi karya ilmiah atau karena hal lain, surat Dirjen Dikti sebagian menulis  :



Sebagimana kita ketahui pada saat sekarang ini, jumlah karya ilmiah dari Perguruan Tinggi Indonesia secara total masih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia, hanya sekitar sepertujuh. Hal ini menjadi tantangan kita bersama untuk meningkatkannya. Sehubungan dengan itu terhitung mulai kelulusan setelah Agustus 2012 diberlukan ketentuan sebagai berikut:



Untuk program S1 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah

Untuk program S2 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah terakreditasi Dikti

Untuk program S3 harus ada makalah yang terbit di jurnal Internasional.


Dengan menyebutkan pesaing, kok rasanya tujuan yang penting adalah menyaingi pesaingnya. Sekalipun ada ajakan untuk meningkatkan jumlah karya ilmiah, tapi keputusan tersebut tidak realistis untuk dilakukan. Jumlah jurnal ilmiah yang ada tidak sebanding dengan jumlah lulusan, sehingga ini akan menghambat para calon sarjana kita untuk segera lulus dan mendapatkan gelarnya. Tidak semua lulusan berminat untuk menjadi akademisi memang, tapi mengubah skripsi atau thesis mereka menjadi karya ilmiah untuk dipublikasikan sebagai artikel jurnal tidaklah sulit. Hal yang kurang tepat adalah kesediaan tempat untuk publikasi jika dalam bentuk jurnal.

Seandainya semangatnya memang untuk meningkatkan jumlah karya ilmiah anak negri, maka karya tersebut sepatutnya dapat dinikmati dan menjadi referensi bagi seluruh anak negri dengan mudah atau relatif mudah. Pemanfaatan fasilitas yang sudah dibangun oleh DIKTI berupa Portal GARUDA , garuda.dikti.go.id, sebagai alat publikasi karya-karya ilmiah itu akan menjadi salah satu cara untuk memenuhi portal tersebut dan sekaligus menyebarkannya. Hal ini akan menjadikan Portal Garuda, portal wajib akses oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, penyebaran atau publikasi karya ilmiah juga dapat dilakukan oleh perguruan tinggi secara mandiri dengan syarat publikasi terbuka untuk umum atau open access dan menyajikan full teks. Hal ini akan menjadi promosi hebat perguruan tinggi tersebut karena konten lokalnya meningkat dan jika peduli pada peringkat webometric, otomatis ini mempengaruhi peringkatnya.

Jadi, syarat adanya karya ilmiah untuk semua lulusan S1, S2, S3 bukanlah sesuatu yang memberatkan, jika publikasinya dipermudah dan menjamin bahwa karya ilmiah tersebut dapat diakses secara mudah oleh semua orang, sedunia sekalipun. Ini sekedar pemikiran saja, semoga dapat dipertimbangkan ulang. Yang penting kan karya ilmiah anak negri dalam sekejab akan meningkat tajam jumlahnya dan hampir pasti dapat menyusul jumlah karya ilmiah anak negri tetangga, itu kan tujuannya.

Semoga dengan tujuan itu, kita tidak hanya bangga pada jumlah, tapi anak negri memang tambah pintar dan berkualitas termasuk karya anak negri : PORTAL GARUDA. Hmmmm.... Portal Garuda bakal kebanjiran artikel ilmiah nih, tapi ngomong-ngomong, siapkah?

2 comments:

Anonymous said...

Selama ini masyarakat umum jarang bs mengakses hasil karya anak bangsa yg kita yakin banyak yg berkualitas. Masalahnya krn keterbatasan media tuk mengekspose atau jg krn kekhawatiran plagiarisme. Jd kl pemerintah bs menyediakan media untuk mengekspose seluas- luasnya hasil karya anak bangsa seperti portal garuda ini mk sebenarnya akan tampak jg koq bahwa rakyat di negeri tercinta ini srbenarnya banyak yg pinter jg, hanya sayangnya banyak tdk dilirik oleh pemerintah, jd ya beginilah...setuju bu Umi

uii profile said...

saya mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia
Artikel yang sangat menarik, terimakasih ya infonya :)