Pages

Thursday, April 03, 2008

Re-Layout Perpustakaan

Mendapat ruang tambahan bagi perpustakaan ternyata membawa kepada kesibukan untuk menentukan kebutuhan. Ini sebenarnya kesempatan luar biasa, hanya kadang ketika kesempatan datang begitu tak terduga, ide-ide seakan tak datang. Entah pergi kemana.
Perpustakaan Duta Wacana yang awalnya hanya menempati lantai dasar dan sebagian lantai 2 di atasnya mendadak [dangdut] mendapat tambahan ruang di lantai 2, di lantai basement dan juga selasar beserta tangga dari lantai basement sampai lantai 3. Senangnya.

Belum lagi ide-ide muncul, ada kebutuhan pengelolaan koleksi pasca sarjana sehingga ada
rencana-rencana yang perlu disesuaikan. Prinsip utama adalah bagaimana melayani tanpa membeda-bedakan dan bagaimana ide-ide yang baik itu dapat dilaksanakan untuk kepentingan bersama. Jadilah rapat-rapat terbatas untuk brainstorming manfaat dan kegunaan ruang koleksi pasca sarjana itu. Dari kebutuhan belajar bersama, mandiri, santai, kongkow-kongkow, browsing, minum kopi/teh di perpus sampai ruang audio-visual tumpah ruah. Warna cat tembok pun tidak lupa meramaikan ide-ide tersebut.

Senangnya. Perpustakaan akan lebih semarak. Ide-ide itu dianggap perhatian dan bukti kasih sayang insitusi dan program studi kepada perpustakaan. SEMANGAT!!!!

Beranjak dari ide-ide yang tumpah ruah tadi, maka kamipun mulai bermimpi tentang pemanfaatan ruang-ruang lain. Ada ruang untuk koleksi langka, ruang tamu untuk pengunjung luar, loker-loker pribadi dengan sewa murah, sofa-sofa jadi tempat belajar bersama, pojok-pojok baca dengan lesehan, dan coffee shop sederhana untuk mereka ngopi-atau-ngeteh di perpustakaan. Ini baru yang fasilitas.

Layanan baru yang lagi semangat-semangatnya disiapkan adalah kelas literasi informasi. Ini harus ada. Generasi muda kita harusnya mulai belajar kemampuan belajar yang sifatnya LONGLIFE LEARNING. Siapa lagi yang peduli kalau bukan kita-kita di perpustakaan. Jadi, dalam waktu dekat akan ada pelatihan membuat modul literasi informasi. Kalau belum sempurna ya tidak masalah, yang penting berusaha. Ini juga untuk membuat pustakawan jadi lebih pintar, pustakawan pintar, yang dilayani juga jadi pintar.

Teknologi Informasi yang sudah jadi infrastruktur utama di UKDW, ikut semarakan layanan baru. Aplikasi penelusuran karya ilmiah sedang dibangun oleh satu kelompok belajar mahasiswa Teknik Informatika dan Sistem Informasi UKDW. Aplikasi ini bakal dapat diakses oleh umum. Sekalipun sudah agak terlambat layanan ini dibangun, tapi melibatkan mahasiswa dan beberapa dosen dalam proyek ini adalah harmonisasi yang luar biasa. Sekali lagi ini bentuk kasih sayang kepada perpustakaan.

Tata ruang perpustakaan bakal ditangani oleh dosen-dosen arsitektur. Hal yang mereka butuhkan adalah kepastian tentang kebutuhan dan kegiatan perpustakaan. Itu yang akan mereka terjemahkan ke dalam desain tata ruang perpustakaan yang baru.

Dari semua cita-cita di atas, pastilah biaya akan bicara. Dana yang dibutuhkan mungkin banyak, tapi ini akan dikeluarkan bertahap. Tidak perlu cepat-cepat. Perencanaan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik juga. Lagi pula perpustakaan masih punya banyak PR lain: update visi misi, kebijakan pengembangan koleksi, Standard Operational Procedure, dan integrasi data elektronik.

Sibuknyaaaa

1 comment:

BABUJIS said...

change your mood,refresh your mind

Visit the Healing the power of music