Pages

Friday, April 25, 2008

Persiapan Kelas Literasi Informasi

Dalam mempersiapkan kelas literasi informasi di perpustakaan untuk mahasiswa di perguruan tinggi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:
  1. mengenal literasi informasi (IL)
  2. observasi kebutuhan IL mahasiswa
  3. pemberdayaan diri dengan IL
  4. persiapan fasilitas IL : alat, staff, prosedur pelaksanaan, modul
  5. uji coba dan evaluasi
Mengenal literasi informasi dapat dilakukan secara mandiri internal atau mengikuti seminar tentang IL. Informasi tentang IL dapat ditemukan dengan mudah di Internet, baik melalui situs perpustakaan universitas di negara-negara maju seperti Amerika dan Inggris, maupun melalui organisasi yang berkaitan dengan perpustakaan seperti ACRL, IFLA dan CILIP. Beberapa blog pribadi juga menjadi alternatif sumber informasi untuk mengenal dan belajar tentang IL.

Dengan berbekal pengetahuan tentang IL, observasi terhadap kebutuhan IL mahasiswa dapat dilakukan dengan mengadakan survey, atau wawancara dengan beberapa dosen atau mahasiswa secara langsung. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
  1. pemahaman terhadap tugas-tugas yang diberikan
  2. kemampuan mencari informasi di Internet, dan menentukan buku yang tepat dengan kebutuhan di perpustakaan
  3. kemampuan mahasiswa dalam menentukan topik paper/karya tulis
  4. pengetahuan dalam hal mengutip
  5. pengetahuan dalam hal membuat daftar pustaka
  6. pengetahuan tentang menyusun paragraf, parafrase, dan memakai tampilan visual
  7. pengetahuan menggunakan word processing dan presentation tools
dan masih banyak lagi. Survey dapat dilakukan dengan kuesioner yang sederhana, atau wawancara langsung di lab atau perpustakaan. Dari hasil survey dapat diketahui kesulitan yang dihadapi mahasiswa, dan dengan demikian dapat diketahui kebutuhan IL yang tepat bagi mereka.

Pemberdayaan diri yang dilakukan berikutnya adalah mempelajari lebih lanjut tentang langkah-langkah dalam model literasi. Misalnya dalam BIG 6 atau Empowering 8. Lakukan latihan secara mandiri dalam rangka menghasilkan suatu informasi yang akan dipublikasikan secara umum atau internal. Lakukan langkah-langkah dalam BIG 6 dan telaah tantangan yang dihadapi.

Persiapan fasilitas mungkin menjadi suatu tantangan institusi. Misalnya kebutuhan fasilitas yang diperlukan adalah laboratorium komputer. Jika dana tidak memungkinkan maka dapat menggunakan laboratorium komputer universitas. Jika hal ini tidak memungkinkan maka siapkan kelas literasi informasi yang memanfaatkan apa yang ada di perpustakaan tanpa komputer. Langkah-langkah dalam model literasi Big 6 misalnya masih dapat dilakukan tanpa komputer dan Internet. Karena itu kreatifitas diperlukan.

Penyusunan modul didasarkan pada kebutuhan IL mahasiswa. Modul-modul IL dapat dibentuk sebagai modul yangberbasis web seperti modul di Univ. of Idaho, TILT, atau LaSierra Univ.

Evaluasi dapat dilakukan dengan jika kelas sudah dijalankan. Evaluasi dapat dilakukan dengan meminta para peserta kelas mengisi form evaluasi. Faktor-faktor yang perlu dievaluasi adalah.
  1. bahan IL
  2. tutor IL
  3. cara penyampaian materi
  4. fasilitas
Jika kelas ini dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa dan membawa perubahan yang baik bagi kinerja akademik mereka, ini akan menjadi suatu alasan yang baik untuk mendapatkan dukungan institusi untuk meningkatkan fasilitas.

Thursday, April 03, 2008

Re-Layout Perpustakaan

Mendapat ruang tambahan bagi perpustakaan ternyata membawa kepada kesibukan untuk menentukan kebutuhan. Ini sebenarnya kesempatan luar biasa, hanya kadang ketika kesempatan datang begitu tak terduga, ide-ide seakan tak datang. Entah pergi kemana.
Perpustakaan Duta Wacana yang awalnya hanya menempati lantai dasar dan sebagian lantai 2 di atasnya mendadak [dangdut] mendapat tambahan ruang di lantai 2, di lantai basement dan juga selasar beserta tangga dari lantai basement sampai lantai 3. Senangnya.

Belum lagi ide-ide muncul, ada kebutuhan pengelolaan koleksi pasca sarjana sehingga ada
rencana-rencana yang perlu disesuaikan. Prinsip utama adalah bagaimana melayani tanpa membeda-bedakan dan bagaimana ide-ide yang baik itu dapat dilaksanakan untuk kepentingan bersama. Jadilah rapat-rapat terbatas untuk brainstorming manfaat dan kegunaan ruang koleksi pasca sarjana itu. Dari kebutuhan belajar bersama, mandiri, santai, kongkow-kongkow, browsing, minum kopi/teh di perpus sampai ruang audio-visual tumpah ruah. Warna cat tembok pun tidak lupa meramaikan ide-ide tersebut.

Senangnya. Perpustakaan akan lebih semarak. Ide-ide itu dianggap perhatian dan bukti kasih sayang insitusi dan program studi kepada perpustakaan. SEMANGAT!!!!

Beranjak dari ide-ide yang tumpah ruah tadi, maka kamipun mulai bermimpi tentang pemanfaatan ruang-ruang lain. Ada ruang untuk koleksi langka, ruang tamu untuk pengunjung luar, loker-loker pribadi dengan sewa murah, sofa-sofa jadi tempat belajar bersama, pojok-pojok baca dengan lesehan, dan coffee shop sederhana untuk mereka ngopi-atau-ngeteh di perpustakaan. Ini baru yang fasilitas.

Layanan baru yang lagi semangat-semangatnya disiapkan adalah kelas literasi informasi. Ini harus ada. Generasi muda kita harusnya mulai belajar kemampuan belajar yang sifatnya LONGLIFE LEARNING. Siapa lagi yang peduli kalau bukan kita-kita di perpustakaan. Jadi, dalam waktu dekat akan ada pelatihan membuat modul literasi informasi. Kalau belum sempurna ya tidak masalah, yang penting berusaha. Ini juga untuk membuat pustakawan jadi lebih pintar, pustakawan pintar, yang dilayani juga jadi pintar.

Teknologi Informasi yang sudah jadi infrastruktur utama di UKDW, ikut semarakan layanan baru. Aplikasi penelusuran karya ilmiah sedang dibangun oleh satu kelompok belajar mahasiswa Teknik Informatika dan Sistem Informasi UKDW. Aplikasi ini bakal dapat diakses oleh umum. Sekalipun sudah agak terlambat layanan ini dibangun, tapi melibatkan mahasiswa dan beberapa dosen dalam proyek ini adalah harmonisasi yang luar biasa. Sekali lagi ini bentuk kasih sayang kepada perpustakaan.

Tata ruang perpustakaan bakal ditangani oleh dosen-dosen arsitektur. Hal yang mereka butuhkan adalah kepastian tentang kebutuhan dan kegiatan perpustakaan. Itu yang akan mereka terjemahkan ke dalam desain tata ruang perpustakaan yang baru.

Dari semua cita-cita di atas, pastilah biaya akan bicara. Dana yang dibutuhkan mungkin banyak, tapi ini akan dikeluarkan bertahap. Tidak perlu cepat-cepat. Perencanaan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik juga. Lagi pula perpustakaan masih punya banyak PR lain: update visi misi, kebijakan pengembangan koleksi, Standard Operational Procedure, dan integrasi data elektronik.

Sibuknyaaaa